Friday, March 17, 2017

Penjelasan Mengenai Rom Xiaomi Official, Unofficial, dan Distributor

Tags

Firman-inside.id - Hai pengguna xiaomi, pada artikel berikut ini saya membahas tentang smartphone Xiaomi yang mengunakan rom abal-abal alias Rom Distributor. Kenapa disebut Rom Distributor? Untuk lebih jelasnya, baca artikel ini sampai selesai.

Apa Perbedaan Rom Official, Unofficial, dan Distributor?

Mungkin buat sebagian orang sudah tahu apa itu Rom Distributor, jadi begini, Rom Xiaomi itu terbagi dalam dua macam yaitu Rom Official dan Rom Unofficial. Rom Official merupakan Rom resmi yang dibuat dan dirilis oleh pihak Xiaomi dengan nama MIUI, Rom ini juga memiliki 4 versi yaitu MIUI Global Stabil, MIUI Global Developer, MIUI China Stabil, dan MIUI China Developer.

MIUI Global Stabil adalah Rom Official yang dibuat untuk pengguna Xiaomi yang bertempat selain di negara China dengan kondisi yang sudah stabil, artinya tidak terdapat celah atau bug dalam Rom ini, dan dilakukan update atau pembaruan sekitar 1 bulan atau lebih. Sedangkan MIUI Global Developer merupakan Rom Official buatan developer resmi dari Xiaomi yang dibuat untuk pengguna Xiaomi yang juga berada di luar negera China, namun bedanya Rom ini masih memiliki celah atau bug, tetapi Rom ini akan selalu mendapat pembaruan setiap 1 atau 2 minggu sekali untuk memperbaiki setiap bug yang ada. Biasanya Rom ini dirilis dengan versi Alpha atau Beta. Rom MIUI Global baik itu stabil maupun developer sudah mendukung bahasa internasional termasuk bahasa Indonesia, dan juga sudah otomatis terinstal Google Play Store dan GAPPS, jadi ini sangat cocok untuk kita yang berada di Indonesia.

MIUI China Stabil merupakan Rom Official yang dibuat khusus untuk pengguna xiaomi yang berada di negara China. Rom ini sudah stabil sesuai dengan namanya, artinya sudah tidak terdapat celah atau bug, dan mengalami pembaruan setiap 1 bulan atau lebih. Sedangkan MIUI China Developer Rom Official yang dibuat oleh para developer resmi dari Xiaomi untuk pengguna Xiaomi yang bertempat di negara China. Rom ini masih ditemukan bug atau celah, namun bug tersebut terus diperbaiki dan mengalami pembaruan setiap 1 sampai 2 minggu. Rom ini biasanya dirilis dengan versi Alpha atau Beta. Rom MIUI China baik itu stabil maupun developer hanya mendukung bahasa China, Inggris, dan Arab. Dan juga belum terinstal aplikasi Google Play dan GAPPS, tapi jangan khawatir kalian masih bisa install secara manual menggunakan Google Installer atau via TWRP.

Sedangkan Rom Unofficial adalah Rom yang dibuat dan dirilis oleh para pengembang atau developer pihak ke-3, dan Rom ini biasanya masih dapat ditemukan bug atau celah dalam penggunaannya. Tapi jangan khawatir, pihak developer yang membuat Rom ini pasti terus memperbaiki bug dari Rom yang mereka buat.

Dan untuk Rom distributor merupakan Rom Official namun dengan sedikit modifikasi dari pihak distributor yang yang mendistribusi smartphone Xiaomi dari negara China menuju negara kita ini dengan menambahkan bloatware atau iklan kedalam Rom tersebut, sehingga terdapat aplikasi bawaan yang tidak bisa dihapus seperti 9apps, Clean Master, dll. Dan juga sesekali muncul iklan dilayar smartphone Xiaomi kita yang sangat mengganggu.

Kenapa Rom Distributor Harus Beredar Di Indonesia? Apa Sebabnya?

Seperti yang kita ketahui, bahwa Smartphone Xiaomi belum sepenuhnya resmi beredar di Indonesia karena aturan pemerintah tentang Tingkat Komponen Dalam Negeri atau TKDN. TKDN adalah aturan pemerintah yang mewajibkan para vendor asal luar negeri untuk melibatkan tenaga lokal dalam pembuatan produk mereka, baik dari segi hardware maupun software, dengan nilai minimal 20%. Aturan ini berlaku untuk smartphone di era 4G.

Jadi, aturan tersebutlah yang membuat Xiaomi sulit untuk memasuki pasar Indonesia. Maka dari itu Xiaomi mengunci fitur 4G untuk Rom Global yang dipasarkan di Indonesia. Dengan kondisi seperti itu, muncullah para distributor yang memanfaatkan keadaan ini dengan memodifikasi Rom Official China yang tentunya sudah mendukung 4G dengan memasukkan bahasa Indonesia dan juga menginstal Google Play dan GAPPS, kemudian mereka masukkan juga bloatware buatan mereka kedalam Rom tersebut. Maka jadilah smartphone xiaomi 4G yang mendukung bahasa Indonesia dan juga sudah terinstal GAPPS.

Rom Distributor seringkali menjadi momok bagi para penggemar Xiaomi yang ingin membeli smartphone xiaomi ini, pasalnya smartphone yang sudah menggunakan rom ini tidak akan mendapat pembaruan dan juga terdapat aplikasi-aplikasi tidak penting yang tidak bisa dihapus, tentu ini sangat mengganggu para pengguna xiaomi apalagi dengan munculnya iklan di layar smartphone mereka.

Ciri-ciri Rom Distributor

Penjelasan Mengenai Rom Xiaomi Official, Unofficial, dan Distributor
Rom distributor sangat mudah kita bedakan, Berikut ciri-ciri Rom Distributor yang dapat kita lihat dari smartphone Xiaomi kita.
  • Biasanya versi MIUI dari Rom Distributor itu merupakan MIUI China Stabil, namun namun sudah tersedia bahasa Indonesia. Yang membedakan dengan Rom resmi lainnya yaitu terdapat pada nomor serinya. Untuk Rom Global Stabil resmi hanya terdiri dari 4 angka misalnya MIUI Global 8.2 l stabil 8.2.1.0 (MBEMIDL), dan untuk Rom Distributor terdiri dari 5 digit atau lebih misalnya MIUI 8.2 l stabil 8.2.7.3.29 (MHCNKLH) atau ada juga yang 4 digit namun melebihi versi MIUI resmi yang saat ini ada, misalnya 8.9.0.5.
  • Huruf abjad yang tertera setelah angka versi biasanya terdapat huruf CN, yang artinya ini merupakan Rom China tetapi dimodifikasi sehingga mendukung bahasa Indonesia. Perlu kalian ketahui bahwa Rom China tidak tersedia bahasa Indonesia, melainkan hanya bahasa China, Inggris, dan Arab.
  • Tidak pernah mendapat notifikasi update Rom dari Xiaomi.
  • Iklan yang seringkali muncul secara tiba-tiba yang sangat mengganggu.
  • Sering terjadi Force Close atau aplikasi tertutup sendiri saat dijalankan.
  • Baterai terasa sangat boros, karena menajemen ram dari Rom Distributor yang tidak baik.
  • Terdapat aplikasi bawaan yang tidak bisa dihapus seperti 9apps, clean master, du battery saver, dll.

Cara Mengatasi Smartphone Xiaomi yang Menggunakan Rom Distributor

Jadi buat kalian yang sudah terlanjur membeli smartphone Xiaomi dan ternyata mendapat Rom Distributor jangan sedih lagi ya, saya punya cara supaya bebas dari Rom abal-abal tersebut, yaitu dengan cara flash ulang rom kalian. Flash Rom terdapat banyak cara dan melakukannya, diantaranya flash via Fastboot, via mi recovery, via TWRP, dan via updater. Namun untuk flash rom distributor sangat disarankan untuk menggunakan cara flash via Fastboot menggunakan Mi Flash tool. Untuk lebih jelasnya silahkan baca cara flash rom xiaomi via mi flash tool.

Sekian untuk penjelasan mengenai perbedaan Rom Official, Unofficial, dan Distributor. Semoga bisa menambah kewaspadaan kalian dalam membeli smartphone Xiaomi.

Artikel Terkait

Sebelum Komentar, BACA INI DULU...

- Link aktif akan otomatis dimatikan.
- Klik Notify me untuk mendapat pemberitahuan balasan dari kami.
- Untuk pertanyaan bersifat pribadi atau diluar topik, silahkan kunjungi halaman Contact Us.

Terimakasih atas kunjungannya 🤗
EmoticonEmoticon