Friday, January 13, 2017

Penjelasan Lengkap Mengenai Intelegensi

Firman-inside.id - Artikel kali ini Firman akan bahas tentang intelegensi, yang sangat erat hubungannya dengan tingkat kecerdasan manusia. Bahkan ada sebagian yang sebut bahwa intelegensi itu merupakan tolak ukur kecerdasan seseorang yang dinilai dan diuji melalui nilai akademik seseorang tersebut. Untuk lebih jelasnya, yuk simak penjelasan berikut.

Pengertian intelegensi

Penjelasan Lengkap Mengenai Intelegensi
Intelegensi berawal dari kata Latin intelligere yang artinya menghubungkan atau menyatukan antara yang satu dengan yang lain. lntelegensi merupakan salah satu faktor yang menentukan cepat lambatnya seseorang dalam memecahkan suatu masalah. lntelegensi pada dasarnya mengarah pada dua macam keadaan, sebagai berikut.
  • intelegensi teoritis adalah suatu kecerdasan yang dengan cepat dan tepat sanggup menemukan konsep pikir, guna menyelesaikan suatu permasalahan yang dihadapi.
  • intelegensi praktis adalah suatu kecerdasan yang dengan cepat dan tepat mampu mengatasi permasalahan yang dihadapi.

Claparde dan Stern menyatakan bahwa intelegensi adalah kemampuan untuk menyesuaikan diri secara mental terhadap situasi atau kondisi baru.

David Wechster mendefinisikan mengenai intelegensi mula-mula sebagai kapasitas untuk mengerti ungkapan dan kemauan akal budi untuk mengatasi tantangan-tantangannya. Namun di lain kesempatan, beliau mengatakan bahwa intelegensi adalah kemampuan untuk bertindak secara terarah, berpikir secara rasional, dan menghadapi lingkungannya secara efektif.

Menurut Watler, intelegensi anak merupakan bawaan yang sering dikaitkan dengan berhasil tidaknya anak belajar di sekolah. Dengan kata lain, intelegensi sebagai faktor penentu berhasil tidaknya anak di sekolah..

Gardner memaparkan pengertian kecerdasan mencakup tiga faktor, sebagai berikut.
  • Kemampuan untuk menyelesaikan masalah yang terjadi dalam kehidupan manusia.
  • Kemampuan untuk menghasilkan persoalan-persoalan baru untuk diselesaikan.
  • Kemampuan untuk menciptakan sesuatu yang akan memunculkan penghargaan dalam budaya seorang individu.

Baca juga: Perlunya integrasi IQ EQ dan SQ dalam pembelajaran

Dari definisi-difinisi para ahli di atas, dapat diketahui, sebagai berikut.
  • Intelegensi adalah faktor total berbagai macam daya jiwa erat bersangkutan di dalamnya (ingatan, fantasi, perasaan, perhatian, minat, dan sebagainya) yang juga memengaruhi intelegensi seseorang.
  • Kita hanya dapat mengetahui intelegensi dari tingkah laku atau perbuatan yang tampak.
  • Bagi suatu perbuatan, intelegensi bukan hanya kemampuan yang dibawa sejak lahir saja yang memegang peranan, melainkan juga faktor-faktor lingkungan dan pendidikan pun memegang peranan penting.

Ciri-ciri intelegensi

Ciri-ciri intelegensi sebagai berikut.
  • intelegensi merupakan suatu kemampuan mental yang melibatkan proses berpikir secara rasional (intelegensi dapat diamati secara langsung).
  • intelegensi tercermin dari tindakan yang terarah pada penyesuaian diri terhadap lingkungan dan pemecahan masalah yang timbul daripadanya.

Faktor-faktor yang memengaruhi intelegensi

Faktor-faktor yang memengaruhi intelegensi sebagai berikut.

a. Pengaruh faktor bawaan

Banyak penelitian yang menunjukkan bahwa individu-individu yang berasal dari satu keluarga, atau sanak saudara, nilai dalam test IQ mereka berkorelasi tinggi (+-0,50), orang yang kembar (+-0.90), yang tidak bersanak saudara (+-0,20), anak yang diadopsi korelasi dengan orang tua angkatnya (+-0,10 - 0,20).

b. Pengaruh faktor lingkungan

Perkembangan anak sangat dipengaruhi oleh gizi yang dikonsumsi. Oleh karena itu, ada hubungan antara pemberian makanan bergizi dengan intelegensi seseorang. Pemberian makanan bergizi ini merupakan salah satu pengaruh lingkungan yang amat penting selain guru, rangsangan-rangsangan yang bersifat kognitif emosional dari lingkungan juga memegang peranan yang amat penting, seperti pendidikan, latihan berbagai keterampilan, dan lain-lain (khususnya pada masa-masa peka).

c. Stabilitas intelegensi dan IQ

Intelegensi bukanlah IQ. Intelegensi merupakan suatu konsep umum tentang kemampuan individu, sedang IQ hanyalah hasil dari suatu tes intelegensi itu (yang notabene hanya mengukur sebagai kelompok dari intelegensi). Stabilitas intelegensi tergantung perkembangan organik otak.

d. Pengaruh faktor kematangan

Tiap organ dalam tubuh manusia mengalami pertumbuhan dan perkembangan. Tiap organ (baik fisik maupun psikis) dapat dikatakan telah matang jika dia telah mencapai kesanggupan menjalankan fungsinya sehingga menyebabkan perubahan pola pikir dan tingkah laku.

e. Pengaruh faktor pembentukan

Pembentukan ialah segala keadaan di luar diri seseorang yang memengaruhi perkembangan intelegensi.

f. Minat dan pembawaan yang khas

Minat mengarahkan perbuatan kepada suatu tujuan dan merupakan dorongan bagi perbuatan itu. Dalam diri manusia terdapat dorongan-dorongan (motif-motif) yang mendorong manusia untuk berinteraksi dengan dunia luar.

g. Kebebasan

Kebebasan berarti bahwa manusia itu dapat memilih metode-metode tertentu dalam memecahkan masalah-masalah. manusia mempunyai kebebasan memilih metode, juga bebas dalam memilih masalah sesuatu dengan kebebasannya.
Baca juga: Pentingnya bakat dan Intelegensi

Pengukuran intelegensi

Cara menghitung IQ seorang diperoleh dari hasil perbandingan antara MA (Mental Age) dan CA (Chronorogal Age), sehingga harus menghitung lebih dulu umur mental dan umur kronologis tersebut. Rumus yang bisa digunakan adalah:
IQ = MA ÷ CA × 100
Untuk menghindari adanya angka pecahan, maka rumus tersebut dilakukan seratus.

Misalnya seorang anak memiliki MA = 11 tahun 5 bulan (11-5), pada waktu dites pada CA = 9 tahun 6 bulan (9-6), maka perhitungan IQ nya adalah:
IQ = MA ÷ CA × 100
IQ = 137(bulan) ÷ 114(bulan) × 100=121
Atau
IQ = (11-5) ÷ (9-6)×100=121

Penggolongan manusia atas dasar IQ-nya menurut Woodworth dan Marquis sebagai berikut.
  • 140 - ke atas = Luar biasa, genius.
  • 120 - 139 = Cerdas sekali, very superior.
  • 110 - 119 = Cerdas, superior.
  • 90 - 109 = Sedang, average.
  • 80 - 89 = Bodoh, dull average.
  • 70 - 79 = Anak pada batas, border line.
  • 50 - 69 = Debil, moron.
  • 30 - 49 = Embisil, embicile.
  • 30 - ke bawah = idiot.
Itulah sedikit penjelasan tentang intelegensi, semoga bermanfaat.

Artikel Terkait

Optimis bercita-cita sebagai Blogger Profesional dan selalu berusaha memberikan informasi yang bermanfaat bagi orang lain sesuai dengan pengalaman pribadi.

Sebelum Komentar, BACA INI DULU...

- Link aktif akan otomatis dimatikan.
- Klik Notify me untuk mendapat pemberitahuan balasan dari kami.
- Untuk pertanyaan bersifat pribadi atau diluar topik, silahkan kunjungi halaman Contact Us.

Terimakasih atas kunjungannya 🤗
EmoticonEmoticon