Sunday, January 22, 2017

Menjadi Pribadi Yang Matang Dan Dewasa

Firman-inside.id - Untuk artikel kali ini Firman akan membahas tentang apa saja yang perlu ditegaskan untuk menjadi pribadi yang matang dan dewasa. Mungkin buat sebagian orang hal ini bukanlah hal yang serius, namun jika setiap poin dalam artikel berikut ini di terapkan dengan baik, maka akan membentuk pribadi yang tidak hanya dewasa saja namun juga matang dan berkualitas.

Apa yang terjadi saat datang kedewasaan?

Masa dewasa merupakan masa yang paling penting dari semua periode perkembangan manusia, karena pada masa inilah ditentukan sejarah hidup seseorang yang sesungguhnya. Menentukan identitas diri, membangun keluarga, menjadi pemimpin, mewujudkan kreatifitas, serta menjalankan komitmen adalah beberapa jenis aktivitas yang menjadi tugas perkembangan pada masa dewasa. Sebagai periode yang paling penting, masa dewasa juga penuh dengan kompleksitas yang saling berbenturan.
Baca juga: Siapakah pemilik masa depan?

Pengertian Masa Dewasa Awal

Menjadi Pribadi Yang Matang Dan Dewasa
Dewasa berasal dari kata adult-adultus adolescene-adolescere (Latin) yang berarti tumbuh manjadi kedewasaan; telah tumbuh menjadi kekuatan atau ukuran yang sempurna atau telah menjadi dewasa. Menurut Hurlock, dewasa adalah individu yang telah menyelesaikan pertumbuhan (secara fisik) dan siap menerima kedudukan dalam masyarakat bersama dengan orang dewasa lainnya. Baca juga Ciri-ciri dan macam-macam kedewasaan

a. Ciri kematangan yang dimiliki dewasa

  1. Berorientasi pada tugas (tanggung jawab), bukan pada diri atau ego.
  2. Tujuan-tujuan yang jelas dan kebiasaan kerja yang efisien.
  3. Mengendalikan perasaan pribadi. Keobjektifan (objektif terhadap segala sesuatu).
  4. Menerima kritik dan saran. Bertanggung jawab terhadap usaha-usaha pribadi.
  5. Penyesuaian terhadap situasi baru.

b. Karakteristik dewasa awal

  1. Usia reproduktif: dewasa awal ingin mengembangkan karirnya terlebih dahulu sebelum menikah.
  2. Masa pengaturan: mulai menentukan pola hidup yang diyakininya, memulai berumah tangga dan menentukan pekerjaan yang tepat, mengembangkan pola-pola perilaku sikap dan nilai-nilai yang cenderung menjadi kekhasan selama sisa hidupnya.
  3. Usia bermasalah: sulit memilih pekerjaan dan menyesuaikan diri dengan lingkungan kerjanya, menyesuaikan diri sebagai orang tua muda, berusaha menyelesaikan masalahnya sendiri tanpa bantuan dari orang lain.
  4. Ketegangan emosi: emosi menggelora, penyesuaian diri pada kehidupan orang-orang dewasa belum terlaksana secara memuaskan, ketegangan berasal dari dalam (bukan dari luar), kekhawatiran terhadap pekerjaan, dan masalah perkawinan/peran sebagai orang tua.
  5. Keterasingan sosial: mengalami keterpencilan sosial (kesulitan diri dengan lingkungan baru), adanya persaingan dan hasrat yang kuat untuk maju dalam karir.
  6. Masa perubahan nilai: lebih mementingkan pendidikan untuk masa depannya, perubahan pengalaman dan hubungan sosial yang lebih luas, berusaha mengubah penampilan yang acak-acakan dan sikap suka memberontak aturan dan tata cara, nilai-nilai dewasa awal bergeser dari egosentris ke sosial.
  7. Masa komitmen: mengalami perubahan tanggung jawab, membuat komitmen-komitmen baru dan pola hidup baru.
  8. Masa penyesuaian diri: dengan cara hidup baru, perubahan gaya hidup baru di bidang perkawinan dan peran orang tua.
  9. Masa kreatif: bebas berbuat apa saja yang mereka inginkan, menyalurkan kreativitasnya melalui hobi dan pekerjaan sesuai dengan minat dan bakatnya.

c. Tugas perkembangan dewasa awal

  1. Memilih teman bergaul.
  2. Belajar hidup bersama dengan pasangan hidup.
  3. Mulai hidup berkeluarga.
  4. Belajar mengasuh anak.
  5. Mengelola rumah tangga.
  6. Mulai bekerja dalam suatu jabatan.
  7. Mulai bertanggung jawab sebagai warga negara yang layak (ikut dalam kegiatan masyarakat).
  8. Memperoleh kelompok yang seirama dengan nilai-nilai pahamnya.

d. Perkembangan fisik dewasa awal

  1. Puncak kekuatan (strength), energi, dan ketekunan (endurance).
  2. Puncak dari pertumbuhan dan perkembangan fisiologis (pertumbuhan fisiknya tidak tumbuh lagi).
  3. Perubahan fisik, tumbuh bulu halus, perubahan suara, kemampuan reproduksi.

e. Kesehatan dewasa awal

  1. Sehat menurut WHO adalah kondisi sehat sejahtera fisik, psikologis dan sosial.
  2. Perilaku sehat, antara lain:
    1. makan teratur,
    2. konsumsi makanan sehat,
    3. aktivitas seimbang,
    4. pola tidur sehat dan normal,
    5. no smooking and no drugs,
    6. no Cholesterol.
  3. Survei kematian terbesar dewasa awal, antara lain:
    1. AIDS,
    2. jantung,
    3. kanker,
    4. stroke.

f. Masalah kebiasaan dan kesehatan

  1. Obesitas, menumpuknya lemak yang sangat berlebihan.
  2. Faktor penyebab antara lain:
    1. faktor genetik (keturunan),
    2. faktor psikologis (gangguan emosi),
    3. kurang melakukan aktivitas fisik, kelebihan makanan,
    4. kemajuan teknologi yang membuat orang males.
  3. Diet dan olahraga.
  4. Drugs abuser (penyalahgunaan narkotika).
    1. Perkembangan proses drugs abuser, antara lain:
      1. kontak pertama, coba-coba, rasa ingin tahu, rasa ingin diakui;
      2. Eksperimental, ingin mencoba-coba zat yang kadarnya lebih tinggi;
      3. rekreasional digunakan dalam kesempatan/situasi tertentu dengan . teman-temannya;
      4. situasional, ketika menghadapi masalah dan ketegangan psikis;
      5. intensif penyalahgunaan (dependensi), digunakan secara teratur;
      6. kompulsif/ketergantungan adiksi, sudah menjadi bagian dari hidupnya.
    2. Penanggulangannya, antara lain:
      1. preventif-promotif, usaha menangulangi/mencegah dengan penyuluhan-penyuluhan ke segala lapisan masyarakat;
      2. kuratif, menyembuhkan diri dari ketergantungan secara fisik dan psikis;
      3. rehabilitasi, mengembahkan si penderita kepada masyarakat.
  5. Merokok
    1. Life style, bagian dari hidupnya, ingin diakui dalam masyarakat lingkungannya.
    2. Alasan merokok, antara lain:
      1. kebiasaan
      2. pengaruh negatif
      3. ketergantungan psikologis
      4. pengaruh positif (rasa nyaman, tenang)
    3. Tipe perokok, perokok aktif dan perokok pasif.
    4. Strategi mengatasi, antara lain:
      1. self-monitoring, pemantauan/memonitor diri sendiri;
      2. stimulus control, upaya individu untuk mengontrol rangsangan yang muncul dari dalam/luar individu;
      3. change respons, ketika muncul keinginan merokok, dialihkan dengan kegiatan lain;
      4. appointment with the other, melakukan perjanjian dengan orang lain (orang tua, arang yang lebih ahli).

g. Minat dewasa awal

  1. Minat pribadi dan sosial
    1. Minat terhadap penampilan.
    2. Minat terhadap pakaian dan perhiasan.
    3. Minat terhadap uang.
    4. Minat terhadap agama.
    5. Minat terhadap rekreasi.
    6. Minat terhadap perbincangan.
    7. Minat terhadap olahraga dan permainan.
  2. Minat sosial dan mobilitas sosial
    1. Perkembangan pemilihan karir dan perkawinan.
    2. Pemilihan jabatan dan kesulitan pemilihan pekerjaan.
    3. Penyesuaian diri terhadap jabatan dan pekerjaan.
    4. Penyesuaian diri terhadap perkawinan atau rumah tangga.

Sekian untuk penjelasan materi kali ini yaitu tentang menjadi pribadi yang matang dan dewasa, semoga bermanfaat. Jika ada pertanyaan, silakan tulis di kolom komentar.

Artikel Terkait

Optimis bercita-cita sebagai Blogger Profesional dan selalu berusaha memberikan informasi yang bermanfaat bagi orang lain sesuai dengan pengalaman pribadi.

Sebelum Komentar, BACA INI DULU...

- Link aktif akan otomatis dimatikan.
- Klik Notify me untuk mendapat pemberitahuan balasan dari kami.
- Untuk pertanyaan bersifat pribadi atau diluar topik, silahkan kunjungi halaman Contact Us.

Terimakasih atas kunjungannya 🤗
EmoticonEmoticon