Friday, January 27, 2017

Ciri-ciri dan Macam-macam Kedewasaan Yang Wajib Diketahui Para Orang Tua

Firman-inside.id - Wajib bagi orang tua untuk memantau perkembangan seorang anak sekalipun mereka sudah beranjak dewasa. Karena jika orang tua tidak memantau, takutnya seorang anak akan terjerumus pada hal-hal yang tidak kita inginkan. Maka dari itu, kita sebagai orang tua harus mengetahui ciri-ciri dan macam-macam dari kedewasaan.

Ciri-ciri dan macam-macam kedewasaan

Ciri-ciri dan Macam-macam Kedewasaan Yang Wajib Diketahui Para Orang Tua
Masa remaja adalah fase penuh pergumulan, baik bagi remajanya sendiri maupun bagi orang tua dan masyarakat. Jika mereka memperoleh pola asuh yang baik, mereka akan menjadi remaja yang baik, begitupun sebaliknya. Di sisi lain, para remaja adalah harapan orang tua. Dalam hal ini, salah satu faktor yang sangat berpengaruh bagi remaja untuk menentukan arah perjalanan hidupnya di masa depan adalah pendidikan. Tidak kalah penting juga adalah budi pekerti para remaja. Dengan demikian, tugas penting para orang tua adalah mengenali anak-anak remaja mereka secara menyeluruh. Selanjutnya mengantarkan mereka menuju masa depan yang lebih baik.

Ciri-ciri kedewasaan

Berikut ciri-ciri kedewasaan menurut beberapa pakar psikolog dari berbagai negara yang telah kami rangkum.
Baca juga: Menjadi pribadi yang matang dan dewasa

Hall dan Lindzey menyebutkan tentang ciri-ciri orang dewasa, sebagai berikut.
  • Adanya usaha pribadi pada satu lapangan yang penting, dalam kebudayaan, seperti pekerjaan, politik, agama, seni, ilmu pengetahuan, dan lain-lain.
  • Kemampuan untuk mengadakan kontak yang hangat dalam hubungan yang fungsional dan nonfungsionai.
  • Adanya suatu stabilitas batin yang fundamental dalam dunia perasaan, dan dalam hubungannya dengan penerimaan diri sendiri.
  • Pengamatan, pikiran, dan tingkah laku menunjukkan sifat realitas yang jelas, tetapi masih ada relativitasnya.
  • Dapat melihat dirinya sendiri, seperti adanya dan melihat segi kehidupan yang menyenangkan.
  • Menemukan suatu bentuk kehidupan yang sesuai dengan gambaran dunia atau filsafat hidup yang dijalaninya.

Berikut ini ada beberapa kualitas atau tanda mengenai kematangan seseorang menurut Feinberg. Namun, kewajiban setiap orang adalah menumbuhkan itu di dalam dirinya sendiri dan menjadi bagian dari dirinya sendiri. Maka orang yang dewasa/matang sebagai berikut.
  • Dia menerima dirinya sendiri
  • Eksekutif yang paling efektif adalah dia yang mempunyai pandangan atau penilaian baik terhadap kekuatan dan kelemahannya. Dia mampu melihat dan menilai dirinya secara objektif dan realitis.
  • Dia menghargai orang lain
  • Eksekutif yang efektif pun bisa menerima keadaan orang lain yang berbeda-beda. Dia dikatakan dewasa jika mampu menghargai perbedaan itu, dan tidak mencoba membentuk orang lain berdasarkan citra dirinya sendiri.
  • Dia menerima tanggungjawab
  • Orang yang sudah dewasa malah mengenal dan menerima tanggung jawab dan pembatasan-pembatasan situasi dimana dia berbuat dan berada.
  • Dia percaya pada diri sendiri
  • Seseorang yang matang, menyambut dengan baik partisipasi dari orang lain, meski itu menyangkut pengambilan keputusan eksekutif, karena percaya pada dirinya sendiri.
  • Dia sabar
  • Seseorang yang dewasa belajar untuk menerima kenyataan bahwa untuk beberapa persoalan memang tidak ada penyelesaian dan pemecahan yang mudah.
  • Dia mempunyai rasa humor
  • Orang yang dewasa berpendapat bahwa tertawa itu sehat. Tetapi dia tidak akan menertawakan atau merugikan/melukai perasaan orang lain.

Marc dan Angel, mengemukakan bahwa kedewasaan seseorang bukanlah terletak pada ukuran usianya, tetapi justru pada sejauh mana tingkat kematangan emosional yang dimilikinya. Berikut ini pemikirannya tentang ciri-ciri atau karakteristik kedewasaan seseorang yang sesungguhnya dilihat dari kematangan emosionalnya.
  • Tumbuhnya kesadaran bahwa kematangan bukanlah suatu keadaan, tetapi merupakan sebuah proses berkelanjutan dan secara terus-menerus berupaya melakukan perbaikan dan peningkatan diri.
  • Memiliki kemampuan mengelola diri dari perasaan cemburu dan iri hati.
  • Memiliki kemampuan untuk mendengarkan dan mengevaluasi dari sudut pandang orang lain.
  • Memiliki kemampuan memelihara kesabaran dan fleksibilitas dalam kehidupan sehari-hari.
  • Memiliki kemampuan menerima fakta bahwa seseorang tidak selamanya dapat menjadi pemenang dan mau belajar dari berbagai kesalahan dan kekeliruan atas berbagai hasil yang telah dicapai.
  • Tidak berusaha menganalisis secara berlebihan atas hasil-hasil negatif yang diperolehnya, tetapi justru dapat memandangnya sebagai hal yang positif tentang keberadaan dirinya.
  • Memiliki kemampuan membedakan antara pengambilan keputusan rasional dengan dorongan emosionalnya (emotional impulse).
  • Memahami bahwa tidak akan ada kecakapan atau kemampuan tanpa adanya tindakan persiapan.
  • Memiliki kemampuan mengelola kesabaran dan kemarahan.
  • Memiliki kemampuan menjaga perasaan orang lain dalam benaknya dan berusaha membatasi sikap egois.
  • Memiliki kemampuan membedakan antara kebutuhan (needs) dengan keinginan (wants).
  • Memiliki kemampuan menampilkan keyakinan diri tanpa menunjukkan sikap arogan (sombong).
  • Memiliki kemampuan mengatasi setiap tekanan (pressure) dengan penuh kesabaran.
  • Berusaha memperoleh kepemilikan (ownership) dan bertanggung jawab atas setiap tindakan pribadi.
  • Mengelola ketakutan diri (manages personal fears).
  • Dapat melihat berbagai "bayangan abu-abu" di antara ekstrem hitam dan putih dalam setiap situasi.
  • Memiliki kemampuan menerima umpan balik negatif sebagai alat untuk perbaikan diri.
  • Memiliki kesadaran akan ketidakamanan diri dan harga diri.
  • Memiliki kemampuan memisahkan perasaan cinta dengan birahi sesaat.
  • Memahami bahwa komunikasi terbuka adalah kunci kemajuan.

Baca juga: Pentingnya hubungan bakat dan intelegensi

Macam-macam kedewasaan

Macam-macam kedewasaan menurut Heuken dapat dibedakan menjadi 5 macam, sebagai berikut.
  1. Kedewasaan Jasmani
    1. Memiliki ukuran berat, kekuatan, keterampilan, koordinasi yang cukup sesuai dengan umur dan jenis kelaminnya. Dari sisi fisik, biasanya laki-laki lebih kuat dari perempuan.
    2. Tidak berarti ada patokan yang pasti, seseorang akan berbeda dengan orang lain, entah laki-laki ataupun perempuan.
    3. Tuhan dengan sengaja menciptakan jasmani ada yang tinggi, sedang, pendek; ada yang kurus, sedang, gemuk, dan sebagainya.
    4. Laki-laki dan perempuan, akan menjadi dewasa secara fisik ada yang berbeda atau tidak mesti bersamaan.
  2. Kedewasaan intelektual
    1. Mampu berpikir secara matang dan logis.
    2. Mempunyai pertimbangan yang tepat.
    3. Berpengertian yang memadai tentang agama, dunia sekelilingnya, dan dirinya sendiri.
  3. Kedewasaan emosional
    1. Dapat menyatakan diri dan menikmati hidup dengan penuh perasaan.
    2. Mampu mengungkapkan perasaan secara tepat sesuai dengan kondisi dan situasi.
    3. Mau dan dapat memerhatikan hal-hal, seperti merasakan getaran patriotisme, kagum akan keindahan alam, hangat dalam bersahabat, membenci ketidakadilan, takut akan bahaya yang sungguh sangat mengancam, malu akan perbuatan hina, dan sebagainya.
    4. Tidak membiarkan harga diri menjadi keangkuhan, simpati menjadi sentimen, kejengkelan menjadi kemarahan yang meledak-ledak, kesedihan menjadi putus asa, rasa takut yang wajar menjadi sifat penakut yang kekanak-kanakan.
    5. Mampu membedakan perbuatan yang baik dengan yang tidak baik serta bereaksi sebagaimana mestinya.
  4. Kedewasaan sosial
    1. Mampu bergaul secara luwes, baik dengan orang yang lebih dewasa ataupun yang lebih muda atau dengan sebaya baik lakilaki maupun perempuan.
    2. Tahu memilih apa yang tidak boleh dilakukan atau yang boleh dilakukan dalam situasi tertentu.
    3. Mau mengambil bagian dalam kegiatan bersama yang beraneka ragam.
    4. Sadar akan tanggung jawab terhadap orang lain agar dapat hidup bersama secara harmonis.
    5. Pandai "mengikat dan memengaruhi" teman atau orang lain secara bijak dengan tetap memperhatikan tutur kata yang baik, kesopanan, keramahan, kerja sama, pengorbanan, penguasaan emosi dan pengetahuan.
    6. Bertindak sebagai laki-laki atau perempuan yang dewasa dalam suatu kelompok.
  5. Kedewasaan rohani
    1. Melaksanakan kewajiban agama yang dianut dan menjalani kehidupan moral yang baik.
    2. Menyadari bahwa kuasa Tuhan selalu menghantar diri untuk melakukan yang baik.
    3. Melihat, merasakan, dan menerima segala hal akan kuasa Tuhan baik yang menyenangkan atau yang tidak menyenangkan.
    4. Menyadari akan martabatnya sebagai ciptaan Tuhan yang mulia.
    5. Bertanggung jawab untuk menghantarkan keselamatan dirinya dan orang lain.
    6. Berusaha berbuat baik walaupun seringkali tidak mudah.
    7. Tidak membiarkan pikiran, perkataan, dan perbuatannya untuk memaki, membenci, menyerang dan merendahkan agama/kepercayaan orang lain.

Sekian untuk penjelasan kali ini tentang Ciri-ciri dan macam-macam kedewasaan yang wajib diketahui para orang tua, jika ada pertanyaan silakan tuliskan di kolom komentar, semoga bermanfaat.

Artikel Terkait

Optimis bercita-cita sebagai Blogger Profesional dan selalu berusaha memberikan informasi yang bermanfaat bagi orang lain sesuai dengan pengalaman pribadi.

Sebelum Komentar, BACA INI DULU...

- Link aktif akan otomatis dimatikan.
- Klik Notify me untuk mendapat pemberitahuan balasan dari kami.
- Untuk pertanyaan bersifat pribadi atau diluar topik, silahkan kunjungi halaman Contact Us.

Terimakasih atas kunjungannya 🤗
EmoticonEmoticon