Mengenal Jenis-Jenis Produk Asuransi Syariah Berdasarkan Sifat Takaful atau Gotong Royong

Firman-inside.id - Asuransi berbasis syariah memang menjadi salah satu produk asuransi yang mampu memberikan banyak manfaat bagi para nasabahnya. Tak heran jika banyak orang yang lebih memilih asuransi syariah dibandingkan bergabung dengan asuransi konvensional.

Prinsip gotong royong yang diusung asuransi syariah dapat memberikan manfaat bagi semua pihak, baik itu nasabah atau pihak asuransi itu sendiri.

Akan tetapi sebelum mendaftar sebagai nasabah asuransi syariah, Anda wajib lebih dulu mengenal jenis dan produk dari asuransi syariah.
Gambar oleh: https://pixabay.com/id/users/geralt-9301

Jenis-jenis Asuransi Syariah Yang Perlu Anda Diketahui

Secara garis besar, asuransi syariah terbagi menjadi 3 jenis. Yaitu Takaful individu, Takaful group, dan Takaful umum.

Takaful sendiri memiliki arti kerjasama yang bersifat tolong-menolong. Artinya, setiap nasabah asuransi syariah bisa membantu nasabah yang lain melalui perantara pihak asuransi.

Hal ini menjadi salah satu alasan mengapa asuransi syariah lebih dipilih dibandingkan asuransi konvensional.

Manfaat Asuransi Kendaraan All Risk Maupun TLO

Firman-inside.id - Bukan hanya asuransi jiwa, kesehatan ataupun pendidikan yang memiliki banyak manfaat. Rupanya asuransi kendaraan juga menawarkan segudang manfaat bagi aset Anda khususnya di sektor transportasi, dalam konteks ini adalah kendaraan seperti mobil dan motor.

Tak bisa dipungkiri jika kendaraan merupakan aspek vital dalam aktifitas sehari-hari. Kemanapun kita pergi. Entah itu bekerja, belanja, maupun liburan pastinya membutuhkan kendaraan.

Untuk menjaga keselamatan selama diperjalanan, harus selalu kita pastikan kendaraan dalam kondisi baik dan layak pakai.

Nah, salah satu cara yang bisa Anda lakukan untuk menjaga kendaraan agar tetap prima yaitu dengan asuransi kendaraan.

Yangmana peran utama dari produk asuransi ini adalah menjamin setiap kerugian dan kerusakan terhadap kendaraan Anda, baik itu mobil ataupun motor.

Selain itu masih banyak manfaat yang ditawarkan oleh asuransi kendaraan. Sebagai contohnya adalah melindungi dari resiko pencurian.

Mengenal Asuransi Tenaga Kerja Beserta Manfaatnya Bagi Karyawan

Firman-inside.id - Sebagai tenaga kerja ataupun karyawan perusahaan, tentunya siapa pun tak ingin mengalami kecelakaan kerja. Namun yang namanya musibah tidak ada yang tahu kapan datangnya.

Disinilah peran asuransi tenaga kerja sangat dibutuhkan, guna meminimalisir resiko kecelakaan kerja dalam bentuk apapun itu.

Lalu apa sebenarnya asuransi tenaga kerja itu?
Mengenal Asuransi Tenaga Kerja Beserta Manfaatnya Bagi Karyawan
Sumber gambar: https://pixabay.com/id/users/igorovsyannykov-6222956/

Pengertian Asuransi Tenaga Kerja

Asuransi tenaga kerja dapat diartikan sebagai sebuah perlindungan yang diberikan oleh perusahaan kepada tenaga kerja atau karyawan.

Artinya, setiap tenaga kerja ataupun karyawan sebuah perusahaan berhak mendapat jaminan sosial untuk melindungi dari berbagai resiko pekerjaan.

Asuransi tenaga kerja bukan sebatas ditujukan kepada pekerja formal saja. Lebih dari itu, asuransi ini juga diperuntukan bagai para pekerja non formal atau pekerja paruh waktu.

Seperti para pengemudi ojek online dan taxi online. Mereka juga berkesempatan mendapat asuransi tenaga kerja dengan premi yang sangat terjangkau.

Hingga saat ini asurasi tenaga kerja yang paling populer di Indonesia adalah BPJS ketenagakerjaan.

BPJS sendiri merupakan program pemerintah yang memberikan perlindungan bagi tenaga kerja untuk mengatasi resiko sosial ekonomi atau resiko pekerjaan.

Produk asuransi ini dikeloka langsung oleh pemerintah dimana penyelanggaranya menggunakan mekanisme asuransi sosial.

Mengingat begitu pentingnya peran asuransi tenaga kerja, maka wajib hukumnya bagi para tenaga kerja ataupun karyawan untuk mendaftarkan dirinya sebagai pemegang polis asuransi ini.

Beberapa Keuntungan Asuransi Properti Yang Wajib Diketahui

Firman-inside.id - Asuransi properti mungkin masih terdengar asing bagi beberapa orang. Asuransi jenis ini memang tak sepopuler asuransi jenis lain seperti asuransi jiwa maupun asuransi kesehatan.

Namun manfaat yang diberikan asuransi properti pastinya tak kalah penting dari produk asuransi lain.

Peran utama asuransi properti tentunya adalah memberikan jaminan resiko terhadap rumah, ruko, ataupun aset yang ada didalamnya terhadap segala bentuk bencana.

Nah untuk me-minimalisir resiko tersebut, maka jelas peran dari asuransi properti sangat dibutuhkan. Karena tidak ada satupun orang yang tahu kapan bencana akan datang.

Terlebih belakangan ini intensitas bencana alam seperti gempa bumi, banjir, longsor hingga angin puting beliung relatif meningkat. Bahkan lebih dari itu, asuransi properti juga memberikan perlindungan terhadap resiko keuangan.

Beberapa Keuntungan Asuransi Properti Yang Wajib Diketahui
Sumber gambar: https://pixabay.com/id/users/jamesdemers-3416/

Langkah Mudah Pengajuan Klaim Asuransi Kesehatan

Firman-inside.id - Ingin mengajukan klaim asuransi kesehatan? Cermati dulu langkah-langkah berikut ini. Produk asuransi kesehatan memang memberikan banyak sekali manfaat bagi para nasabahnya.

Akan tetapi untuk bisa mendapatkan manfaat tersebut tentu saja para nasabah atau pemegang polis asuransi ini harus melakukan klaim terlebih dahulu.

Nah, jika Anda menjadi salah satu nasabah asuransi kesehatan, wajib untuk mengetahui langkah-langkah melakukan klaim guna mempermudah proses klaim nantinya. Untuk itu mari kita simak penjelasan berikut ini.

Sebelum menuju langkah-langkah klaim dana asuransi, tidak ada salahnya jika kita cermati dulu jenis dari asuransi kesehatan.

Saat ini produk asuransi kesehatan terbagi menjadi 2 jenis. Yaitu asuransi kesehatan konvensional atau swasta dan asuransi kesehatan dibawah naungan pemerintah seperti JKN dan KIS yang dikelola oleh BPJS. Karena berbeda asuransi tentu beda juga cara pengajuan klaimnya.

Langkah Mudah Pengajuan Klaim Asuransi Kesehatan Konvensional
Image by: https://pixabay.com/id/users/darkostojanovic-638422/

Prosedur pengajuan klaim asuransi konvensional (swasta)

Langkah ini bisa Anda terapkan saat ingin melakukan klaim pada asuransi milik swasta. Seperti, Allianz, Prudential, Axa Mandiri, Sinarmas, Manulife, dan lain sebagainya.

Namun, prosedur ini hanya merupakan langkah umum yang bisa Anda ikuti, karena setiap perusahaan asuransi pasti memiliki prosedur yang berbeda-beda.

Tapi setidaknya Anda bisa mengetahui gambaran tentang apa saja yang harus dilakukan saat ingin mengajukan klaim asuransi.

Baca juga artikel: Mengenal Jenis-jenis Asuransi Syariah.


Syarat dan Langkah-Langkah Pengajuan Klaim Asuransi Jiwa

Firman-inside.id - Jika Anda menjadi ahli waris atau penerima polis dari asuransi jiwa, maka hukumnya wajib bagi Anda untuk mengetahui syarat dan langkah-langkah pengajuan klaim dana asuransi jiwa.

Tujuannya jelas agar Anda dan keluarga yang ditinggalkan pemegang polis asuransi jiwa bisa mendapatkan manfaat yang diberikan produk asuransi ini.

Selain mengetahui pentingnya asuransi jiwa bagi kehidupan, mempelajari syarat dan langkah pengajuan klaim juga penting untuk memudahkan agar proses klaim yang Anda ajukan tidak ditolak oleh pihak asuransi jiwa terkait.

Nah berikut ini kami sajikan apa saja syarat dan bagaimana langkah-langkah untuk mengajukan klaim dana asuransi jiwa.

Syarat dan Langkah-Langkah Pengajuan Klaim Asuransi Jiwa
Image by: https://pixabay.com/users/stevepb-282134/

Syarat dan Ketentuan Pengajuan Klaim Asuransi Jiwa

  1. Klaim asuransi jiwa baru bisa dilakukan setelah pemegang polis sudah meninggal dunia. Maka dari itu, pihak ahli waris harus mengurus surat-surat yang dibutuhkan seperti surat kematian dari rumah sakit, kelurahan hingga akta kematian dari catatan sipil setempat.

  2. Jika pemegang polis atau tertanggung meninggal sebelum umur polis mencapai 2 tahun, biasanya pencairan manfaat asuransi jiwa akan mengalami penundaan 6 hingga 12 bulan. Hal ini dilakukan pihak asuransi untuk menyelidiki dan memastikan tidak ada kecurangan dalam proses klaim.

  3. Pencairan juga akan mengalami penundaan jika kematian pemegang polis atau tertanggung diakibatkan oleh kasus pembunuhan.

    Hal ini untuk mengantisipasi jika saja pelaku pembunuhan tak lain adalah ahli waris tertanggung. Maka dari itu pihak asuransi akan menunda pencairan manfaat hingga proses penyidikan selesai atau ahli waris bebas dari tuduhan terlibat atas kasus tersebut.

  4. Pihak asuransi juga berhak menolak pencairan manfaat jika tertanggung meninggal karena bunuh diri. Hal ini menjadi ketentuan yang wajib di setujui oleh para pemegang polis asuransi.

Nah setelah mengetahui syarat dan ketentuan dalam pengajuan klaim asuransi jiwa, selanjutnya Anda harus memahami langkah-langkah untuk mengajukan klaim agar bisa diterima oleh pihak asuransi. Simak ulasan berikut ini.